Merawat Laptop Tua Biar Bisa Buat Kerja Ringan

Merawat Laptop Tua – Laptop sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern. Berkomunikasi hingga membuat dokumen dengan laptop atau komputer sudah menjadi kegiatan yang umum dilakukan. Dibandingkan menulis di kertas dengan ballpoint, mengetik dokumen di laptop dapat mempersingkat waktu pengerjaan dan mudah dikoreksi.

Namun, karena harga laptop yang upgradeable dan memiliki umur panjang dibanderol dengan harga yang cukup tinggi untuk sebagian orang, tidak semua orang dapat dengan mudah berganti laptop. Maka dari itu, pada artikel kali ini saya ingin berbagi sedikit tips untuk merawat dan merestorasi laptop tua atau laptop lama kalian agar tetap bisa digunakan untuk kerja ringan seperti mengetik dokumen, membuat presentasi, dsb.

Baca Juga : Tips Bermain Game di Laptop untuk Memaksimalkan Pengalaman Gaming

Merawat / Merestorasi Laptop Tua

1. Maintenance Laptop

Ini adalah hal yang wajib kamu lakukan kepada laptop kalian, apalagi kalau laptop lama kalian sudah terlalu lama kalian simpan tanpa pernah dipakai. Kamu harus benar-benar mengecek kondisi fisik laptop tua milikmu, baik dari luar sampai bagian dalam. Jadi, kalian perlu membongkar laptop kalian untuk memastikan semuanya bersih dan masih sehat.

Untuk membersihkan laptop, kalian bisa menggunakan mini vacuum untuk sela-sela kecil seperti pada keyboard. Kalau tidak ada vacuum, kalian bisa menggunakan kuas atau kain microfiber. Jangan lupa cek kipas pembungan panas laptopmu, barangkali banyak debu, potongan rambut atau kotoran lain yang menyangkut disana. So, selalu bersihkan laptopmu secara berkala ya!

2. Install Sistem Opreasi yang Sesuai

Sistem Opreasi adalah hal yang vital untuk sebuah laptop. Apalagi untuk laptop tua milikmu, kamu harus tahu sistem operasi yang tepat yang masih bisa dijalankan dengan optimal. Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengecek spesifikasi laptopmu. Kamu bisa menggunakan perintah dxdiag via pencarian atau cmd. Bila dirasa terlalu rumit, kamu bisa gunakan aplikasi pihak ketiga seperti HWiNFO atau Piriform Speccy.

Jika spesifikasi laptop tua mu masih mampu menjalankan salah satu versi dari sistem opreasi Windows, kalian bisa install OS Windows tersebut. Atau, kalian bisa install sistem opreasi linux yang memiliki tampilan cukup mirip dengan Windows seperti Ubuntu, Linux Lite, Linux Mint atau Zorin OS. Atau kalian bisa coba pake ChromeOS Flex.

Untuk cara instalasi, sebenarnya antara Linux dan Windows memiliki cara instalasi yang kurang lebih mirip. Kalian cukup menggunakan FlashDisk yang sudah kalian flash image installer sistem operasi dan kalian boot melalui BIOS. Panduan lengkap bisa kalian baca disini.

3. Menambah Kapasitas RAM

Spesifikasi laptop tua umumnya sudah kurang relevan dengan kebutuhan sistem operasi dan aplikasi zaman sekarang. Yang paling mudah kita notice adalah kapasitas RAM yang laptop tua miliki. Umumnya hanya memiliki kapasitas RAM hanya 2GB hingga 4GB. Maka dari itu, saya menyarankan kalian untuk menambah kapasitas RAM setidaknya menjadi 8GB, terutama untuk laptop yang hanya memiliki Integrated Graphic (IGP). Kenapa? karena IGP akan mengambil kapasitas RAM untuk digunakan sebagai VRAM.

Dengan memiliki kapasitas RAM 8GB dan dual channel, laptop tua milikmu jadi memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan sistem operasi, menjalankan aplikasi. Bila menggunakan IGP, anggaplah IGP dari Processor mengambil ruang penyimpanan 2GB, maka masih ada sekitar 6GB dari RAM laptopmu untuk menjalankan sistem operasi dan aplikasi.

Baca Juga : 3 Teknik Memegang Mouse, Mana yang Cocok Untuk Kamu?

4. Optimasi & Defrag HardDisk Drive

Laptop-laptop tua umumnya masih menggunakan HardDisk Drive (HDD). Untuk memastikan HDD tersebut masih layak digunakan, kalian bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu menggunakan aplikasi CrystalDiskInfo. Apabila health dari HDD laptop tua milikmu masih hijau alias sehat, kalian bisa melakukan optimasi dan defrag untuk memaksimalkan performanya.

Untuk melakukan optimasi dan defrag, kalian bisa menggunakan fitur bawaan dari Windows. Caranya gimana? Tekan Windows + S > Ketik Defragment and Optimize Drives > Pilih seluruh partisi > Optimize All lalu tunggu prosesnya sampai selesai. Lama proses ini tergantung kecepatan dari HDD dan tingkat health dari HDD tersebut.

5. Menambah / Mengganti Penyimpanan dengan SSD

Seperti yang sudah saya jelaskan di poin sebelumnya, laptop lama umumnya masih menggunakan HDD. Dan, karena laptop tersebut sudah cukup lama digunakan, maka kecepatan putar dari HDD tersebut pun jadi semakin lambat. Maka dari itu, bila kalian memiliki budget lebih, kalian bisa mengganti HDD tersebut dengan Solid State Drive atau SSD.

Kenapa lebih baik mengganti penyimpanan dengan SSD? Karena SSD memiliki kecepatan memproses data yang jauh lebih cepat karena SSD sudah menggunakan teknologi baru dan tidak lagi menggunakan piringan layaknya HDD. Namun, karena menawarkan performa read dan write yang sangat cepat, harga SSD tentunya lebih mahal dibandingkan HDD.

Dengan budget 800rb, kalian sudah bisa mendapatkan HDD dengan kapasitas 1TB. Namun bila untuk membeli SSD, dengan 800rb kalian hanya bisa mendapatkan kapasitas sekitar 256GB.

Baca Juga : Pengaruh Cooling Pad Pada Suhu Laptop

Itulah beberapa tips yang bisa kalian terapkan untuk merawat dan merestorasi laptop tua kalian. Tentunya device lama yang masih bisa kita gunakan akan memberikan manfaat walau hanya untuk pekerjaan ringan seperti mengetik dan browsing. Semoga laptop lama kamu masih bisa digunakan ya!

Kalau kalian merasa budget yang dikeluarkan untuk laptop tua tersebut terlalu besar, lebih baik kalian istirahatkan saja laptop tua kalian dan tabung saja budget kalian untuk membeli laptop baru. So, keputusan terakhir kembali kediri kalian sendiri.

Bila kalian bingung apakah laptop tua kalian masih worth it untuk direstorasi, kalian bisa komen dibawah dengan melampirkan tipe lengkap laptopmu atau spek laptop kamu, penulis akan bantu cek apakah masih worth it.


Ingin berkomentar?